Mengenal Sang Sutradara Soerabaia ’45

239 0

Sudahkah kalian mendengar bahkan mengenal nama Gatut Kusumo Hadi?

Namanya, mungkin, terdengar asing bagi beberapa orang. Tapi yang perlu diketahui, beliau merupakan sutradara terkait satu-satunya film yang nggambarin soal Pertempuran Surabaya di 1946.

Ya, apalagi kalo bukan film Soerabaia ’45.

Enggak hanya itu guys, beliau juga merupakan seorang aktivis politik yang pernah ditahan saat peristiwa Malari 1975

Saat menonton Soerabaia ’45 kalian bakal mendapati nama Pak Gatut yang tertera dalam tiga posisi. Yakni penulis cerita asli, penulis skenario, dan co-director alias sutradara pembantu.

Bisa dibayangin kan betapa pentingnya posisi beliau?

Ibu Thea Susetia Kusumo, istri Pak Gatut, yang kemudian berhasil menceritakan secara detail sosok Pak Gatut.

Riwayat seorang Gatut Kusumo Hadi dalam dunia seni dimulai sejak duduk di bangku SMA.

Beliau turut dikenal sebagai sosok yang kutu buku. Tapi, sangat tanggap buat diajak berbicara apa aja. Mulai dari sastra, ilmu alam, politik, sosial, bahkan filosofi, bisa didiskusiin dengan beliau

Bahkan banyak orang mengenalnya sebagai kamus hidup.

Di sisi lain, yang harus diacungi jempol, Pak Gatut merupakan orang yang memperoleh segala sesuatunya dengan belajar sendiri. Ia tergolong nekat. Buktinya beliau pernah di usia ke-30 pergi berangkat keliling Eropa dengan bekal seadanya.

Pada 1964 – 1965, Pak Gatut mutusin buat belajar film. Lagi-lagi ia memulai semuanya secara otodidak, yakni dengan belajar dari buku-buku film dan bertanya pada rekan-rekan senior di industri film.

Film pertamanya berjudul Penyebrangan yang berhasil dibuat tahun 1966. Film ini ialah visualisasi pengalamannya dalam Perang Kemerdekaan RI yang turut dapetin supervisi dari Nya Abbas Akub.

Di masa itu, Pak Gatut telah menjulangkan namanya sebagai seorang sutradara film.

Alhasil, nama beliau mulai diperhitungkan di kalangan seniman Surabaya, khususnya di akhir 1960-an.

Bersama para seniman, Pak Gatut dan istrinya mendirikan Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) yang ada di Jalan Yos Sudarso, yang kini jadi lahan Gedung DPRD Tingkat II, Surabaya.

Sebagai seorang budayawan, Pak Gatut sendiri berhasil buat nyelarasin aktivitas berkesenian dan sosial-politik dengan baik. Keduanya, baginya, merupakan hal yang saling mengisi satu sama lain.

Pak Gatut pun turut dikenal oleh anak-anak muda, khususnya di kalangan mahasiswa. Bahkan, banyak mahasiswa yang memanggilnya dengan sebutan ‘Papa’.

Selain Aksera, Pak Gatut juga kawanannya turut melahirkan Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Di mana hasil gagasannya ini merupakan kolaborasi padu dengan ide dari walikota Surabaya tahun 1971, Soekotjo.

Pak Gatut pun sempat mengemban tugas menjadi ketua DKS pada periode 1980 hingga 1983.

Tak lama berselang, Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekkom) Depdikbud mengajak Pak Gatut buat ikut dalam pembuatan serial Aku Cinta Indonesia (ACI).

Beliau pun juga berjuang nyelesaiin skenario film perang yang diadaptasi dari buku Roeslan Abdoelgani berjudul 100 Hari di Surabaya yang Menggemparkan Dunia.

Namun, saat film gubahannya yang berjudul Soerabaia ’45 dirilis, ketika itu industri film Indonesia lagi ada di jurang kemerosotan. Kenapa?

Sebab munculnya film-film kelas B semi porno yang lagi gencarnya merajai pasaran.

Tapi, di tengah itu semua, Pak Gatut berhasil buat menghadirkan film yang tentunya mengingatkan masyarakat Indonesia akan perjuangan rakyat Surabaya kala itu. Wah, terima kasih Pak Gatut!

Karyamu akan selalu terkenang.

Sumber: Ayo Rek!

CompTIA N10-006 Demo : CompTIA Network+

She didn t sleep well because she was disappointed, CompTIA N10-006 Demo sad, and sad about reality. If I do this, I CompTIA Network+ will lose my identity. He suddenly thought, CompTIA Network+ N10-006 is it CompTIA N10-006 Demo a http://www.passexamcert.com/N10-006.html girl who secretly loves her Impossible, there are such hidden women in the unit Can girls now be so reserved Ming Chengyi denied it. She was lazy and thought about things in her mind every day CompTIA N10-006 Demo The old fat girl who raised the N10-006 Demo child to others was paralyzed. It was also a moment of excitement.

However, there was an additional kneeling man who was the elder who first jailed him. With lunch, runners of the Yamen in CompTIA Network+ Daxing County filed a lawsuit, and asked the adults to go to the prefectural government lobby for CompTIA Network+ N10-006 instructions. Zeng Guofan immediately regain their feet can not move, whole body just shook a non stop. At this time, Tseng Kuo fan was dressed as a gentleman sitting in a hall while Su shun dressed as N10-006 Demo a book boy. At the time, the virtue of women was a treasure N10-006 Demo and a consensus of all.Tseng Kuo fan was not yet admitted to the county school, but only around the school children s learning, age is not a big boss, has also been around Zhang family pro. Daoguang Emperor frowned and asked There is something to CompTIA N10-006 Demo say though.Tseng Kuo fan said CompTIA N10-006 Demo Thank CompTIA N10-006 Demo the emperor, the minister thought, according to my clear law, murderers minister who should cut Please the emperor to find out.

Every day to send classes to keep N10-006 Demo the phone, in addition to Xiuer and Xiao Qin, as long as anxious Jiacheng call back, almost no one answered the phone. Jia Cheng said that only when the interest of these years fed dogs.Rui Juan ferociously CompTIA N10-006 Demo said, fed a CompTIA Network+ N10-006 Demo barking dog. She waited and waited for the development of the situation.She hoped that one of the many catastrophes she CompTIA N10-006 Demo had originally imagined would CompTIA Network+ N10-006 happen immediately, and she did not want to be insipid. There is really no eyes no time to look CompTIA N10-006 Demo at other women in CompTIA Network+ the world, regardless of ugly, beautiful, TV female, movie female, western woman, Chinese woman, chivalrous woman, lady, escort girl, in his eyes It is a foggy rain. We help to do the work of Daddy CompTIA N10-006 Demo Mom, slow down.Gold baby son to go, casually dropped a word the old man hospitalized in the Third Hospital Internal Medicine, I can not control, I do not allow Rui Qin to manage.