Milenial Dalam Politik, Objek atau Subjek ?

893 0

Kamu tahu berapa jumlah partai politik peserta Pemilu 2019 ?

Pemilihan Umum 2019 akan diikuti oleh 16 Partai Politik Nasional dan 4 Partai Politik Daerah di Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan, Pemilihan Presiden 2019 akan diikuti oleh 2 pasangan calon yaitu Ir. Joko Widodo – K.H. Ma’ruf Amin yang merupakan pasangan calon nomor urut 1 serta Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dengan nomor urut 2. Pesta demokrasi tahun 2019 ini akan sangat menarik, karena, untuk pertama kalinya Pemilihan Legislatif berbarengan dengan Pemilihan Presiden 2019. Kalau ditanya, akan lebih seru yang mana, Pemilihan Legislatif atau Pemilihan Presiden ?

Mayoritas masyarakat pasti akan menjawab, Pemilihan Presidenlah yang akan lebih seru dan menarik dibanding Pemilihan Legislatif, apalagi akan terjadi rematch antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto, yang sebelumnya sudah beradu gagasan saat Pemilihan Presiden 2014.

BACA : Rematch Jokowi – Prabowo

Pemilihan Presiden 2019 akan diikuti oleh 2 kubu koalisi, yaitu, Koalisi Indonesia Kerja (pasangan calon nomor urut 1) dan Koalisi Indonesia Adil Makmur (pasangan calon nomor urut 2). Koalisi Indonesia Kerja diisi oleh 6 partai politik parlemen dan 3 partai politik non-parlemen. 6 Partai Politik parlemen yaitu, PDI-P, Golkar, Nasdem, PKB, PPP dan Hanura, sedangkan 3 partai politik non-parlemen dalam Koalisi Indonesia Kerja yaitu PSI, Perindo dan PKPI.

Koalisi Indonesia Adil Makmur diisi oleh 4 partai politik parlemen yaitu Partai Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat serta 1 partai politik non-parlemen yaitu Partai Berkarya. Dilihat dari susunan partai pengusung dan pendukung, maka pasangan calon nomor urut 1 lebih dominan dibanding kubu pasangan calon nomor urut 2.

Lalu, apa persamaan diantara kedua poros atau kubu dalam Pemilihan Presiden 2019 ini ?

Persamaannya … Kedua kubu dalam Pilpres 2019 ini sama-sama memperebutkan suara milenial yang mendominasi jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 ini. Sebanyak 57% pemilih di Indonesia dalam Pemilihan Umum 2019 merupakan generasi milenial. Dominasi generasi milenial dalam Pemilu 2019 ini menyebabkan suara generasi milenial menjadi faktor yang menentukan dalam Pemilu 2019, artinya, pihak mana yang mampu menggaet suara mayoritas milenial, maka, pihak tersebut yang akan memenangkan Pilpres 2019.

Kubu Jokowi-Ma’ruf menggaet suara milenial dengan salah satu cara yaitu bergaya atau berpenampilan layaknya generasi milenial. Hal ini dapat dilihat saat Jokowi bertemu dengan 9 Sekretaris Jenderal di Istana Bogor, saat pertemuan itu, Jokowi dan 9 Sekjen Partai Pendukung menggunakan sepatu sneakers yang identik dengan gaya milenial. Berbeda halnya dengan Kubu Prabowo-Sandiaga, caranya yang digunakan oleh pasangan calon nomor urut 2 ini adalah dengan mengadakan DISKO (Diskusi dan Kopi) dengan milenial di salah satu cafe. Penentuan Sandiaga Uno sebagai Cawapres Prabowo juga tidak lepas dari pertimbangan bahwa Sandiaga Uno merupakan tokoh yang dekat dengan milenial.

Pertanyaannya, dalam berpolitik, milenial menjadi subjek politik atau justru menjadi objek politik ?

Ironisnya, saat ini, kedua kubu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden ini hanya menjadikan generasi milenial sebagai objek politik saja. Mengapa demikian ? Pasalnya, generasi milenial hanya menjadi sumber perolehan suara yang ’empuk’ bagi para politisi. Hal ini dapat dilihat dari sedikitnya proses politik yang dilakukan oleh partai politik maupun tim kampanye kedua kubu yang melibatkan generasi milenial secara ‘aktif’.

Saat ini, paslon nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf terkesan hanya melakukan pencitraan dengan berpenampilan layaknya milenial, padahal generasi milenial tidak dilibatkan secara aktif dalam menentukan strategi kemenangan, diskusi tentang visi dan misi pasangan calon, bahkan tidak dilibatkan dalam penentuan program apa yang akan dijalankan yang cocok dengan generasi milenial.

Kubu paslon nomor urut 2, Prabowo-Sandiaga juga terkesan hanya menjadikan ‘Sandiaga Uno’ sebagai perwakilan generasi milenial, pada kenyataannya, belum tentu Sandiaga Uno benar-benar mengetahui apa yang diinginkan generasi milenial terhadap pemimpinnya. Meskipun, kedua kubu sudah menempatkan politisi muda dalam susunan tim kampanye nasional, seharusnya generasi milenial diberikan porsi lebih dalam dunia politik.

Partai politik juga menjadi faktor yang sangat menentukan dalam berperan atau tidaknya generasi milenial dalam dunia politik. Banyak partai politik hanya menjadikan anak-anak muda sebatas sayap dari partai tanpa menjadikan generasi muda sebagai tubuh dari partai. Pasalnya, saat ini, hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang terlihat memperjuangkan secara nyata harapan dan impian generasi milenial. Berdasarkan susunan pengurus Partai Solidaritas Indonesia, terdapat 75% pengurus PSI berusia dibawah 33 tahun, dan 65% anggota PSI berusia dibawah 35 tahun. Setidaknya, hanya PSI yang menjadikan partai politik sebagai partainya anak muda, partainya generasi milenial.

Dominasi anak muda (generasi milenial) dalam kepengurusan dan keanggotaan PSI menggambarkan bahwa generasi milenial seharusnya menjadi subjek politik, bukan objek politik. Sudah saatnya, generasi milenial diikut sertakan dalam seluruh proses politik, dilibatkan dalam penentuan kebijakan publik yang erat kaitannya dengan generasi milenial. Banyak politisi yang masih terjebak dalam pola pemikiran “Orang yang lebih tua jauh lebih hebat dibanding anak muda“, kata-kata “Kamu itu masih bau kencur” dan “Kamu belum punya asam garam kehidupan“. Sudah saatnya para politisi dan elite politik melibatkan generasi milenial dalam hal-hal yang strategis dan menjadikan milenial sebagai subjek politik, bukan objek politik, karena umur tidak menentukan kedewasaan dan kualitas diri seseorang.

Untuk generasi milenial … Jika para politisi atau elite politik belum mau melibatkan generasi milenial, maka sebagai generasi milenial, ada baiknya kalian yang melibatkan diri secara aktif dalam dunia politik. Mari terjun ke dunia politik.

#MilenialItuSubjekPolitik #MilenialBukanObjekPolitik

Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers : Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS)

William, turn off the Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers TV. Is that true How do you look too uncomfortable If you are not doing it, you are 300-085 Real Exam Questions And Answers mistaken. Do you think that CCNP Collaboration 300-085 my relationship with them is too close Barney put the Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers extra sunscreen on the back of the Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) hand. Later I admitted that I killed Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers her. Tell him how you feel. 74. 56wen. COM.

Is there a second result But you say, can I not send this dead I bite my teeth, toward the target area advance. Are you stupid at this time inserted mouth ah I cried out and realized I was speechless. Really.Oh, back inside the phone say it.Also said that my youth.The impact of murder on me was actually not that great at that time, young and Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers in such a jagged environment, I knew that the special forces were the non war operations to be carried out in peacetime seeing blood was normal, Especially for the SWAT teams, it is possible at CCNP Collaboration 300-085 Real Exam Questions And Answers any time. In 300-085 Real Exam Questions And Answers fact, the Finnish army is quite a family of officers and men, as long as it is in their own barracks are a family I forgot to say, that in their camp bathing sun is the CCNP Collaboration 300-085 Finnish peacekeepers. This makeup is actually pay attention to, the makeup of Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) many domestic drama that is called a fake and ugly, I have nothing to say. I am worried, broken At this moment they have to go on Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers the Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers plane supposed to do ah This big bar is not gone yet But they talked and smiled back again.

I said, picking Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) a temporary husband from the car, and even chartered only took three hundred dollars, it is worth planning. His Waltz, with its professionally trained Rui Qin, was able to cope.Ocarina can only take four steps with the CCNP Collaboration 300-085 pilot, she seemed to take his plane to the mighty universe above the clouds, she has never been so close to a man, so tight, she did not even aware of her No cautious walk with Miao Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers Xiangshan, she was not scared by the ship s boss, she breathed his breath Cisco 300-085 Real Exam Questions And Answers freely and relaxedly. Jiacheng sophistry This you do not understand, this is Quyuan also learn Confucius, CCNP Collaboration 300-085 Real Exam Questions And Answers like saying that there are several hundred million yuan Chen Yi Long, in fact, are all our people s money raised, the common people is now the Confucius. They pray for themselves in their hearts.Eleven o clock this afternoon, the small celery received a call in the warehouse, is to show her elder sister 300-085 Real Exam Questions And Answers to go out to the street, saying that a black car waiting for her to remind her pay attention to the car license plate.

Timothy Ivan

Timothy Ivan

Pendiri & Ketua KOMUTASI FH UAJY 2017 -2018 Aktivis Antikorupsi DIY Pendiri Pemuda Pekalongan Antikorupsi