Kelamnya Profesi Wartawan? Seperti Apa?

77 0

9 Februari lalu telah diperingati sebagai Haris Pers Nasional atau yang akrab dikenal dengan HPN.

Berbagai media baik cetak, online, radio, bahkan kementerian dan stasiun-stasiun televisi berbondong-bondong hadir dalam pameran pers di Surabaya.

Lantas, bagaimana kemudian sejarah mengenai hari tersebut? Dan apa benar jika terdapat cerita kelam terkait profesi wartawan di Indonesia?

Sesuai Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985, Hari Pers Nasional merupakan salah satu butir keputusan kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dilaksanain di Padang, Sumatera Barat.

Setiap tahunnya Hari Pers Nasional digelar secara bergantian. Kali ini bertepatan Surabaya menjadi sang Tuan Rumah.

Tema kegiatan ini ialah Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. Berbagai dukungan hadir, mulai dari kementerian, BUMN, dan UMKM yang turut diramaikan oleh kurang lebih 60 stand.

Disebut melalui Detik, bahwa pers nasional dalam perjalanannya pernah mengalami sejarah yang cukup kelam.

Hari Pers Nasional sendiri masuk dalam salah satu sejarah lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

PWI diketahui lahir di era Soeharto, tepatnya pada 2 Februari 1946. Munculnya Hari Pers Nasional disebut muncul dalam Kongres PWI pada 1978. Baru lah di 1985 muncul Keppres yang menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

Hancurnya rezim Orde Baru turut menjadikan teman-teman pers merasa bebas sehingga mampu menyuarakan berbagai hal. Sebab sebelumnya, pers atau wartawan justru mendapat kekangan luar biasa dalam rangka menyuarakan pendapat. Apalagi yang melibatkan pemerintah.

Enggak hanya itu, banyak juga lho pers yang menghilang, bahkan terbunuh, di masa Orde Baru. Kondisi demikian disebabkan, banyak dari mereka yang disebut nyebarin informasi atau fakta pemerintah yang dianggap salah.

 Lambat laun, kebebasan pers kembali bangkit saat Orde Baru runtuh.

Melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers oleh BJ Habibie, pers mulai ngembangin profesinya sebagai penggiat informasi.

Bahkan, pers juga mendapat perlindungan hukum dan kebebasan di bawah naungan UU tersebut.

Sayangnya adanya UU yang diberikan presiden sebelumnya tidak menjamin keamanan pers pada masa tersebut. Hal ini dikarenakan masih banyak kejadian seperti pers yang tidak dilindungi dan masih terganggu kebebasannya. 

Mereka seringkali mengalami kekerasan fisik tanpa adanya kejelasan terkait penyelesaian kasusnya. Bahkan tak jarang kantor pers diserang oleh orang yang tidak dikenal dan merusak atau melukai mereka. Namun kembali lagi, keprofesionalan mereka tetap diutamakan dan pers dikenal sebagai profesi tanpa rasa takut.

Merujuk dari sejarah pers pada awal kekuasaan Orde Baru, Indonesia dijanjikan keterbukaan serta kebebasan dalam berpendapat. Sehingga masyarakat berharap mereka dapat menyampaikan harapan terhadap negara, terutama saat Indonesia sudah bisa merdeka dan merasakan menjadi negara yang independen. Hal ini juga menjadikan masyarakat menyambut kepemimpinan pemerintahan Soeharto setelah mengalami keterpurukan pemerintah saat masa orde lama. Pemerintah saat itu harus memiliki berbagai pemulihan mulai dari aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, dan psikologis masyarakat.

Kasus Lainnya

Pada masa Orde Baru, banyak terjadi pemberedelan terhadap beberapa media massa nasional. Tepatnya pada tahun 1994, terdapat tiga media massa yang diberedel atau dicabut surat izin penerbitannya, yaitu Majalah Tempo, Majalah Editor, dan Majalah Detik. 

Kasus kekerasan pada kalangan pers juga sempat terjadi hingga pasca era Reformasi. Berdasarkan catatan Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers), terdapat 50 kasus kekerasan yang dialami kalangan pers pada tahun 2013. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut meliputi ancaman atau teror, pengusiran dan larangan peliputan, serangan fisik, sensor, tuntutan atau gugatan hukum, pemberedelan atau larangan terbit, regulasi, demonstrasi dan pengerahan masa, perusakan kantor, serta perusakan alat.

Baca juga: Risma Pamer Teknologi Surabaya ke Sejumlah Pemimpin Media

Undang-Undang Pers yang Berlaku

Pada saat undang-undang ini mulai berlaku:

1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 nomor 40, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2815) yang telah diubah terakhir Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1967 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 32, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3235).

2. Undang-undang Nomor 4 PNPS Tahun 1963 tentang Pengamanan terhadap Barang-barang Cetakan yang isinya Dapat Mengganggu Ketertiban Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1963 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2533), Pasal 2 ayat (3) sepanjang menyangkut ketentuan mengenai buletin-buletin, surat-surat kabar harian, majalah-majalah, dan penerbitan-penerbitan berkala, dinyatakan tidak berlaku.

Itulah penjelasan mengenai pers terutama Hari Pers Nasional yang pernah dilewati oleh Indonesia. Hal inilah yang menjadikan kita harus mengingat atau me-review kembali bahwa perjuangan Pers tidaklah sedikit dan mudah. Di sisi lain, kita juga harus memahami mengenai peranan pers di Indonesia yang cukup besar dalam sejarah Indonesia.
(nwy/jbr)

Download Latest 300-085 Practice Test For CCNP Collaboration

In Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) the end, a year has passed since it was earned or lost.Jia Cheng announced the convening of the warehouse staff 300-085 Practice Test meeting, he sat on the long table in the podium, the convention should be the host of the conference seat, so doing my part. Talk about it.In this world, only Jiacheng can understand her heart song, can caress her pain, can bring her comfort this world, in addition to his wife, Cisco 300-085 Practice Test Ruijuan, only her show secretly compassionate heart kindly CCNP Collaboration 300-085 Blind, and only she is willing to go bankrupt 300-085 Practice Test in desperation to save Jiali out of suffering, she is the long term savings of boiler workers deep hatred, after fermentation all turned into a selfless love of Jia Cheng. Had to shut down, the other wrapped around.According to him, quite a few leading cadres Cisco 300-085 Practice Test now speak dirty words or exchange dirty bloody messages in cell phones, but they still have more time to discuss than they are Cisco 300-085 Practice Test interested in.

It must be said that my friend Li Jiacheng s difficulties, he can not solve, several times I asked on behalf of Zhen, CCNP Collaboration 300-085 please mind, to solve is not to create a seven level float. Dog Wazi said blind man is a clear person, I respect.However, you also take a letter to the gold boy, asked him, this site CCNP Collaboration 300-085 Practice Test 300-085 Practice Test in the end is my dog world, or his gold baby world Jiacheng rushing to say, is your dog Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) Cisco 300-085 Practice Test Wadong brother and golden baby son of the world. Brother laugh, heavily patted a little boy shoulder.Jia Cheng did not lose heart, still secretly implement the third and fourth sets of ideal programs. Ruijuan hurriedly intercepted, what is remarkable, my mother five or six years no one tube, and now I have no Cisco 300-085 Practice Test control over me. In the face of so many people look into the eyes, Rui Juan walked one said one, Yang Zhigang acquaintances. As the man said, she had enjoyed her virgin meal.Blood surging on the face filled with shame and guilt.

So, A CCNP Collaboration 300-085 Practice Test smile, 300-085 Practice Test pass, free. At this Implementing Cisco Collaboration Application v1.0 (CAPPS) time we are dead and no complaints. The same kind of bullwhiser the bullwhip is no longer seen, the morning glory CCNP Collaboration 300-085 can no longer be recovered and then understand and thoroughly, you can find a bull, we can not return to the feeling of 1969 and the snow The night is over. We immediately felt a kind of weakness. In 1948, the hometown made a lot of water, Cisco 300-085 Practice Test and the mother and a Cisco 300-085 Practice Test few children went to the post to cut the grass, but found a bag on the water s edge.